Rencana dan Strategi Baru

"Muka lusuh, rambut acak-acakan, pikiran g karuan. Enek opo to chim? Aku ngerti kowe lagi frustasi" kalimat yang muncul dari wahyu hadi Saputra (teman kuliah). 
Terimakasih atas perhatiannya. Hehehehe.
Lebih tepatnya bukan frustasi, tapi lagi sedih saja. Kenapa? (pertanyaannya akan terjawab nanti)

Ya, tamparan keras dari semester genap tahun ajaran 2010/2011atau semsester VI saya kuliah. Di dalam blog ini saya akan berbagi.
Terakhir lihat nilai di portal nilai sudah keluar empat mata kuliah dengan bobot 12 SKS masih kurang 12 SKS lagi. Rasanya seperti g percaya saja, ternya dari 4 mata kuliah itu nilainya berurutan mulai dari A samapi D, ya A, B, C, dan D. Mengerikan sekali. IP menunjukkan angka 2.50.
Sepertinya mau menangis saja, hati ini bertanya - tanya:" Ke mana saja engkau ini?"
Grafik nilai yang ditunjukkan mulai dari semester III.
IP semester I 3.33
Semeseter II 3.67
Semester III 3.62
Semester IV 3.00
Semeseter V 3.08
Semester VI 2.50 (IP sementara)

Mengerikan sekali. Mengetahui keadaan ini saya langsung instropeksi diri. Apa yang telah saya lakukan?
Yang jelas saya tidak mungkin larut dalam kesedihan ini, menengok sekitar 1 sampai 4 tahun yang lalu saya adalah juara.(Bukan berarti sombong, hanya menghibur diri).

Yang lalu biarlah berlalu karena hidup ini terus berjalan. Yang harus saya lakukan adalah kembali fokus pada tujuan hidup dan massa depan. Sudah saatnya untuk menyusun strategi baru. Siapkan semangadh baru, dan fikiran yang baru.
Bertawakkal kepada Allah Ta'ala. Semoga diberi kemudahan.

Alhamdulillah [1]

Alhamdulillah, segala puji syukur hanya milik Allah Ta'ala.
Ujian Akhir Semester VI telah terlewati. Kini saatnya untuk menunggu keluarnya nilai dari masing - masing mata kuliah. Seperti menunggu hasil keputusan dari sang hakim kepada sang terdakwa. Berharap- harap cemas.


Hmmm, Update terakhir sih udah ada 3 mata kuliah yang keluar nilainya dengan bobot 9 sks. Nilainya lengkap deh, A, B, dan C. hehehe. Ya saya syukuri saja.

Ada beberapa point yang menyebabkan kenapa nilai saya menjadi seperti ini.
Yang pertama takdir Allah. Jelas sekali bahwasannya apa yang terjadi pada diri kita ini merupakan tetapan dari Allah Ta'ala. Bukan berarti kita harus pasrah. Melainkan kita semua harus tawakkal.
yang ke dua jarang belajar mulai semester IV lalu kemauan untuk belajar saya sangat menurun. Mungkin Terlalu disibukkan dengan kegiatan non akademik.
Prinsip saya, apa yang terjadi pada diri kita hanyalah suatu proses untuk mengantarkan diri kita menuju ke arah yang lebih baik selama kita selalu berusaha menuju kebaikan melalui ilmu.

Sepertinya dua alasan itu sudah cukup deh. Semoga saja semester depan bisa lebih fokus. Amin

Essay untuk Karya Salemba Empat

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti test Interview beasiswa Karya Salemba Empat. Do you know about Karya Salemba Empat Scholarship?
Bagi yang pengen lebih tau tentang ni beasiswa bisa gabung di Fbnya. Hmm, program ini lumayan bagus sih, selain dari sisi eknomi pada program ini ada berbagai pelatihan yang Insyaallah bisa memberikan efek positif pada pengembangan diri. Memang tidak mudah untuk bisa lolos seleksi. Harus memenuhi berbagai persayaratan, salah satunya essay. Berikut ini adalah essay yang saya bikin untuk melengkapi persyaratan beasiswa Karya Salemba Empat.


Keahlianku dalam Science dan Teknologi untuk Meningkatkan Peradaban Bangsa
Ar Rohim (08 /269985/PA/12160) Program Studi Fisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Kuliah merupakan suatu hal yang sangat dicita-citakan kebanyakan siswa termasuk siswa yang kurang mampu dari sisi ekonomi. Disisi yang lain pencitraan mahalnya biaya kuliah menjadi paradigma tersendiri bagi siswa yang kurang mampu, “orang miskin tidak layak kuliah”. Sangat banyak siswa yang berpotensi baik dalam kepemimpinan maupun akademik harus putus sekolah karena masalah biaya. Tidak jauh-jauh, di sekolah saya SMA Negeri 1 Gemolong angkatan kelulusan 2008 yang kuliah kurang dari 50% sedang berdasarkan prestasi lebih dari 50 % yang layak untuk kuliah. Hal inilah yang menjadi alasan saya untuk terus berprestasi karena memang kesempatan kuliah ini tidak didapatkan setiap orang, boleh jadi orang yang di luar (yang tidak menadapat kesempatan kuliah) lebih berpotensi dari saya. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Fisika Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada menjadi program studi yang saya pilih. Adapun alasan saya memilih program studi (prodi) fisika adalah
  1. Sesuai dengan keinginan
Segala sesuatu yang dilakukan atas dasar kecintaan maka akan berbuah manis dan terasa ringan. Atas dasar kecintaan terhadap fisika yang meskipun bagi sebagian siswa fisika itu momoknya siswa Ilmu Alam saya memilih program studi ini. Tidak hanya atas dasar suka, ada faktor lain yang menjadi pertimbangan saya kenapa memilih program studi fisika seperti kemampuan, prospek ke depan, kemanfaatan, dan masih banyak yang lain.
  1. Sesuai dengan kemampuan.
Saya memahami bahwasannya saya memiliki kemampuan dalam bidang fisika. Hal ini terbukti dengan nilai raport dan prestasi saya dalam olimpiade bidang fisika. Prestasi yang telah saya raih tidak menjadi penyebab saya harus menyepelakannya, “ tanpa belajarpun bisa” Bukan demikian, prestasi ini menjadi cambuk untuk terus belajar karena memang setiap manusia itu dilahirkan dalam keadaan bodoh, tidak tahu apapun. Salah satu metode untuk menjadi pandai adalah dengan belajar. Dengan masuk di program studi ini harapannya saya dapat mengembangkan basic ilmu yang saya miliki.
  1. Manfaat fisika
Ilmu fisika bisa dikatakan sebagai dasar dari ilmu teknik dan dasar dari teknologi. Melihat posisi fisika yang begitu penting baik dalam dunia pendidikan dan teknologi serta peradabana bangsa maka program studi fisika menjadi pilihan yang tepat bagi saya untuk bisa lebih bermanfaat dalam menjalani hidup.
  1. Physics is Foundamental of technology
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya fisika menjadi dasar bagi perkembangan teknologi. Di Indonesia penghargaan terhadap fisikawan masih rendah sekali. Bukan berarti menyalahkan pihak pemerintah, sebagai seorang fisikawan saya harus instropeksi bahwa sumbang sih fisikawan di Indonesai masih bisa dikatakan sangat minim sekali. Oleh karena itu, melalui fisika ini saya ingin merubah pandangan dunia luar baik itu masyarakat maupun pemerintah bahwa fisika itu menjadi sesuatu yang penting untuk mendapat perhatian demi meningkatnya peradaban negara Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri bahwasannya seorang mahasiswa itu butuh biaya baik itu biaya hidup maupun biaya untuk kelengkapan fasilitas belajar. Bukan berarti tidak bersyukur, keadaan ekonomi keluarga saya saat ini sedang labil. Biaya kuliah dan biaya hidup yang awalnya menjadi tanggung kini menjadi tanggungan saya sendiri. Untuk menopang biaya kuliah maka saya mengajukan beasiswa Karya Salemba Empat Tahun Akademik 2011 - 2012. Selain terbantunya sisi ekonomi, dalam beasiswa ini terdapat berbagai pelatihan dan kegiatan untuk mengembangkan diri baik diri sisi majerial diri, soft skill, komunikasi maupun kerjasama yang memperkuat alasan saya mengajukan beasiswa ini.
Fisika merupakan ilmu dasar, sehingga sangat disayangkan apabila hanya berhenti di strata satu. Fisika akan menjadi ilmu yang sangat bermanfaat apabila ada follow up dan aplikasinya. Pasca Sarjana saya berencana untuk kerja dengan pararel kuliah di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Elektro. Teknik Elektro menjadi pilihan di S2 karena di Indonesia perlu adanya seorang programer yang handal dalam menganalisis fenomena alam baik itu untuk kepentingan antisipasi bencana maupun kepentingan peradaban negara melalui teknologi. Banyaknya teknologi yang lolos dari deteksi teknologi di Indonesia seperti gempa, gunung meletus, dan lain sebagainya menjadi alasan khusus kenapa harus memilih jurusan Fisika di S1 dan Teknik Elektro di S2. Fisika untuk mengasah kepekaan terhadap gejala alam sedangkan teknik elektro sebagai eksekusi akhir dari gejala alam yang teramati.

Kunjungan Industri dan Universitas 2011

Semster VI bisa dikatakan semeseter paling sibuk dalam 3 tahun kuliah di Jogja. Salah satu kesibukannya adalah mengurus masalah KI, ya itulah kata yang sering keluar dari anak-anak fisika FMIPA UGM dalam menyebut Kunjungan Industri dan Universitas. Tahun ini saya diamanahi sebagai ketua pelaksana, hmmm awalnya saya berfikir ini akan sangat berat, tapi dengan seirng berjalannya waktu maka KI ini sudah menjadi pelengkap dalam kuliah di Semester VI.

Nah, sekarang akan saya bahas dulu kenapa diadakannya KI. KI ini diadakan atas nama KFGama (Komunitas Fisika Gadjah Mada) mulai tahun 2010. Awal mula, KI ini dipegang oleh angkatan 2007 pada tahun 2010 . Sekarang KI dipegang oleh Fisika 2008 atas nama KFGama. Kenapa perlu KI? Menurut saya KI ini perlu untuk dilaksanakan karena seorang mahasiswa itu harus mengetahui dunia indsutri di mana ilmu mereka diaplikasikan. Satu alasan ini saya rasa sudah cukup. Rencananya kegiatan Kunjungan Industri dan Universitas 2011 ini akan dilaksanakan pada 24 Mei s/d 28 Mei 2011. Adapun tujuan nya adalah sebagai berikut:
1. PT. Coca Cola
2. BPPT
3. PT. Indonesia Power
4. Kick Andy
5. PT. Dirgantara Indonesia
6. ITB
7. PT.PINDAD
8. Tangkuban Perahu
9. Jalan-jalan

Hahahahaha, sepertinya kegiatan ini akan menjadi kegiatan paling menyenangkan di akhir bulan mei. Semoga saja begitu. Yang jelas setelah kegiatan ini maka amanah saya akan hilang satu dan saatnya menerima amanah lain yang lebih bermanfaat dan lebih menyenangkan.

Hmmm, semoga acaranya lancar dan kita semua mendapat ilmunya. Amin

Belajar dari SP2MP

Tulisan seperti gambar disamping  yang membuat saya gabung bersama SP2MP. Apa itu SP2MP????? SP2MP berkepanjangan  Sahabat Percepatan Mutu Pendidikan merupakan program dari Subdirektorat Peningkatan Pertumbuhan Kepemimpinan Berkualitas (PPKB) Direktorat Kemahasiswaan UGM yang salah satu tujuannya untuk menembangkan kepribadian dan jiwa kepemimpinan. Ya, SP2MP 2010. Saya termasuk mahasiswa SP2MP angkatan 2010. Banyak hal yang saya dapatkan dari program ini, teman - teman yang hebat, percaya diri, dan memiliki mimpi yang besar. dari SP2MP ini saya banyak belajar tentang arti pengembangan diri, merubah pandangan bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan tidak hanya cakap dalam bidang akademik melainkan kepribadian yang OK dan mandiri. Special Management Skills (SMS) dan  Attitude Thinking Skills (ATS) menjadi bagian dari program SP2MP. Terimakasih kepada pihak UGM dan segenap pengurus PPKB yang telah memberikan pelatihan untuk mencetak pemimpin yang cerdas dan bijak.
Ada yang bilang bahwa SP2MP itu anaknya rektorat yang musti nurut dengan apa yang jadi keinginanan rektorat. Tapi sebagai mahasiswa SP2MP yang bersifat netral saya berpendapat bahwa hal ini tidaklah benar, memang benar bahwa semua kegiatan SP2MP menjadi bagian dari program rektorat tapi kita tengok lagi tujuan diadakannya program ini " Membentuk Pemimpin Massa Depan" . Banyak hal yang perlu dikaji sebelum mengatakan perkataan tersebut.
Kembali ke SP2MP, untuk masuk sebagai peserta SP2MP tidaklah mudah. Harus menyisihkan beberapa mahasiswa lainnya. Selain ber IPK di atas 3.00 terlibat dalam minimal satu organisasi menjadi salah satu pelengkap syarat administrasi selain harus ikut FGD (focus Group Discussion) dan Interview. Hahahaha, saat itu saya hanya bisa jawab hmmmmm, ketika di tanya "apa kepanjangan SP2MP mas?" oleh pak Rozaq. yah, meskipun pertanyaan di awal tak terjawab saya berusaha melibas semua pertanyaan berikutnya. Begitu juga saat FGD saya asal ngomong aja, yang penting bisa unjuk gigi aja :D

Entah kejebur atau memang sudah rizki saya untuk diterima sebagai mahasiswa SP2MP. Bertenman dengan mahasiswa perwakilan dari 18 Fakultas Univeristas Gadjah Mada menjadi pelengkap manisnya SP2MP. Bayangin aje, orangnya pinter-pinter terlebih anak sosial yang selalu angkat tangan ketika disuruh memberi komentar saat ada kasus (studi kasus). Terkadang minder juga sih bertemu dengan mereka.:D
"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino" ungkapan jawa ini membenarkan apa yang saya rasakan. Akhirnya sayapun juga bisa mengikuti mereka meskipun diawal harus dipaksa oleh keadaan.
Mulai dari berbicara di depan umum, pemecahan masalah, berfikir kritis, sampai eksekusi tindakan diajarkan kepada kami.

Saya kangen dengan keadaan itu, di mana kita saling berdiskusi dan unjuk gigi satu sama lain untuk menjaga keesisasn. Hahahahaha

Semoga kita semua menjadi lebih baik.....

Maju Terus Bung | Hanya Sebuah Transisi

Penat, Bosen, kurang greget, dan bla-bla. Mungkin hal inilah yang dirasakan sebagian mahasiswa termasuk saya :D . Parah kan... Ya inilah realita mahasiswa zaman sekarang "mlaku ngalor ngidul sak penake dewe". Terlebih para fisikawan UGM entah apa yang terjadi ada sebagian yang merasa eneg dengan FISIKA (#semoga tidak termasuk anda. hehehehe). Kalau menurut saya, rasa  Penat, Bosen, kurang greget, dan bla-bla itu dapat muncul karena banyak faktor:

Faktor pertama : rutinitas artinya, secara psikologi manusia itu cenderung bosan dengan hal yang dilakukan secara terus menerus tanpa ada suatu inovasi yang baru dan tepat.
Faktor kedua: lelah, mahasiswa yang super duper (hahahaha, sitilahnya aneh), yang sibuk dengan rapat, kerja, ngajar, dll terkadang kelelahan dengan aktivitas yang dilakukan sehingga hari-hari yang dilalui menjadi kurang menarik karena stamina yang down. Kalau ini terjadi secara terus menerus maka rasa Penat, Bosen, kurang greget, dan bla-bla lah yang akan muncul.
Faktor ketiga : semangadh down, hahahahhahahahahaaha. Kenapa kok bisa down atau bahkan hilang semangatnya? Mungkin belum tau akan manfaat aktivitas yang dilkukan sekarang sehingga ia merasa bahwa yang dialkukan sekarang itu hanyalah sia-sia.

Sepertinya ketiga faktor ini cukup mewakili, bagaimana menurut saudara-saudara? :D
Setelah masalah diidentifikasi mari dicari solusinya....
Solusi pertama: Berikan inovasi atau gebrakan dalam kegiatan sehari-hari, maksudnya jangan biarkan hari-hari kita dilalui dengan hal yang sama secara terus menerus tanpa ada jeda sama sekali. Sekali -kali melakukan hal yang mengispirasi untuk tetap semangadh... Contohnya apa? Misalkan saja mahasiswa, kalau hari-harinya hanya dihabiskan dengan kuliah, ngerjain tugas, dll maka suatu saat akan ditemui titik kebosanan dan kejenuhan. Untuk menagntisipasi atau menanggulanginya ya sekali kali kunjung ke univ lain, atau kuliah lapangan atau ikut kegiatan lain (yang bermanfaat) yang tidak biasanya diikuti.
Solusi kedua: berikan hak badan untuk istirahat, mungkin massa muda adalah massa yang paling menggebu-gebu atau lagi semangadh-semangadhnya tapi ingat disatu sisi bahwa tubuh kita juga butuh istirahat. Tentunya temen-teme sudah tau donk apa aja itu hak tubuh... Hehehehehehe
Solusi ketiga: bikin life maping, Insyaallah ini akan sangat-sangat membantu dalam meraih apa yang kita cita-citakan. Kita akan senantiasa terpacu untuk terus semangadh dan melakukan yang terbaik.

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kita semua (termasuk saya :D). Hoohohohohohoho

"Nak ini hanya proses dari hidup, percayalah bahwa anda akan menjadi orang yang berkualitas asalkan ada kemauan dan kemapuan"